WELERI. PCMSIMO.ORG. SMK Muhammadiyah 3 (Muga) Weleri, Kabupaten Kendal, resmi membuka Pos AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) sebagai unit bengkel sepeda motor Honda yang dikelola langsung oleh siswa dan guru melalui program Teaching Factory Teknik Sepeda Motor (Tefa TSM).
Pos AHASS ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam membangun citra vokasi unggulan dan memberikan layanan profesional kepada masyarakat.

Peresmian Pos AHASS digelar pada Ahad pagi, 1 Juni 2025, bertepatan dengan kegiatan Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weleri.
Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Moechammad Noer Agoes Hidayat, didampingi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Rozihan, Ketua Majleis Dikdasmen dan PNF PDM Kendal, Inu Indarto, sejumlah tokoh PCM dan jajaran Majelis Dikdasmen dan PNF .
Kepala SMK Muga Weleri, Maulana Malik Ibrohim menyampaikan bahwa hadirnya bengkel resmi Honda ini merupakan bentuk nyata implementasi pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan dunia industri.

Bengkel ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktik, tapi juga unit bisnis sekolah yang melayani masyarakat umum.
“Pos AHASS ini adalah bagian dari branding sekolah kami. Selain sebagai sarana pelatihan teknis bagi siswa, ini juga menjadi bentuk layanan sekolah kepada masyarakat. Insyaallah ke depan, siswa TSM akan menjadi teknisi-teknisi andal,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, dukungan teknis maupun peralatan didapat dari AHASS mitra di Weleri, sehingga layanan di Pos AHASS SMK Muga sesuai standar resmi Honda, menggunakan suku cadang asli dan teknisi terlatih.

Sementara itu Sekretaris PDM Kendal, Moechammad Noer Agoes Hidayat, dalam sambutannya, mengapresiasi langkah SMK Muga Weleri yang telah memulai gerakan perubahan melalui inovasi pendidikan vokasi.
“Ini bukan hanya sekadar bengkel. Ini adalah pijakan awal menuju kemandirian pendidikan berbasis industri. Tapi ke depan, Muhammadiyah perlu memikirkan skala yang lebih besar. Bukan hanya Pos AHASS, tapi juga bengkel mobil, pusat pelatihan otomotif, hingga industri mandiri,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital dalam pelayanan jasa, agar bisa bersaing dan memberikan layanan yang cepat, akurat, dan profesional.
Sedangkan dalam tausiyahnya, Wakil Ketua PWM Jateng, Rozihan, menyinggung kiprah SMK Muhammadiyah di berbagai daerah yang telah berhasil memproduksi mobil listrik dan prototipe berbasis energi terbarukan. Namun, ia mengingatkan pentingnya kejujuran dalam menjalankan program inovatif.

“Jangan hanya satu mobil dibuat lalu tidak lanjut produksi, itu namanya dosa multi level marketing,” ucapnya sambil tersenyum. “Jujur adalah sifat Rasulullah. Kalau memang bisa memproduksi, lanjutkan. Tapi kalau belum sanggup, jangan dipaksakan.”
Ia juga menegaskan bahwa berbisnis bukan hal tabu dalam Muhammadiyah. Justru harus digerakkan sesuai dengan kemampuan, karena dakwah dan kemandirian tidak bisa dilepaskan dari kekuatan ekonomi.
“Dalam Al-Qur’an, surat Quraisy, Allah memuji mereka karena mampu berdagang, bepergian, dan mencukupi kebutuhan mereka. Tauhid pun akan kokoh jika perut kenyang dan keamanan terjamin,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan cinderamata oleh Kepala SMK Muga Weleri kepada sejumlah tokoh Muhammadiyah yang hadir.
Dengan berdirinya Pos AHASS SMK Muga Weleri, diharapkan layanan servis motor berkualitas dapat diakses masyarakat sekitar, sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk terjun langsung dalam dunia kerja. Ini juga menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pendidikan. (rif)
Kontributor : Arif Rahman. Editor : Abdul Ghofur

