SUKOREJO.PCMSIMO.ORG. Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Selokaton, Sabtu malam (5/7/2025), saat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Selokaton menggelar pengajian rutin Selapanan Malam Ahad Wage.
Kegiatan yang dimulai selepas salat Isya ini dihadiri jamaah dari berbagai ranting se-Kecamatan Sukorejo, antara lain PRM Damarjati, Kebumen Utara, Kebumen Selatan, Kalibgor, Tlangu, hingga Trimulyo.
Lebih dari sekadar rutinitas, pengajian ini menjadi ruang konsolidasi dakwah antar-ranting serta titik tolak gerakan dakwah yang lebih menyentuh kebutuhan umat.

Pengajian tersebut dinilai Istimewa, karena dihadiri Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah , Ustadz Waluyo sebagai pemateri utama.
Dalam kajian bertema “Memakmurkan Masjid, Menuju Islam Berkemajuan”.
Beliau mengupas QS. At-Taubah ayat 18 sebagai landasan teologis pentingnya memakmurkan masjid.
“Masjid yang makmur bukan hanya tempat salat, tapi juga pusat pendidikan, keilmuan, dan filantropi,” terang Ustadz Waluyo.
Ia menggarisbawahi empat karakter pemakmur masjid: beriman, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan memiliki keberanian spiritual. Menurutnya, profesionalisme takmir masjid harus ditingkatkan sebagaimana pengelolaan amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah dan rumah sakit.
“Masjid tidak butuh orang hebat, tapi butuh orang yang mau bekerja dengan ikhlas. Sudah waktunya takmir, imam, khatib, dan guru TPQ mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak,” ujarnya mantap.

Ketua PRM Selokaton, Imam Nur Falah, menekankan bahwa gerakan dakwah harus menyasar akar rumput dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pengajian rutin. Ini adalah awal dari dakwah yang lebih sistematis. Ke depan, kami rancang program-program seperti kajian Jumat pagi dan aksi donor darah. Dakwah harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Imam juga mengutip pesan almarhum Buya Syafii Maarif yang sarat makna: “Muhammadiyah yang tidak memberi solusi, bukan Muhammadiyah yang sesungguhnya.”
Kegiatan semakin bermakna dengan penyaluran zakat maal kepada 18 mustahik dari wilayah Selokaton, sebagai bentuk konkret filantropi Muhammadiyah yang berpadu dengan dakwah dan pendidikan.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukorejo, Ustadz Amrul Hidayat, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap PRM Selokaton yang mampu menjadi motor dakwah, meski berada di wilayah dengan jumlah warga Muhammadiyah yang relatif minoritas.

“Kuncinya ada di semaraknya pengajian. Pengajian seperti ini adalah ruh pergerakan Muhammadiyah dan harus terus diperbanyak,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyaluran zakat maal oleh Lazismu kepada 18 penerima manfaat, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta yang disalurkan dalam empat tahap selama periode 2024–2025.
Melalui sinergi antara dakwah, pendidikan, dan filantropi, PRM Selokaton menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi pusat penguatan iman, ilmu, dan amal. Pengajian ini bukan hanya mempererat silaturahmi antar-ranting, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama menjadikan masjid sebagai poros kebangkitan umat. (silo)
Kontributor : Susilo Priyatno. Editor : Abdul Ghofur

