Close Menu
  • Home
  • Berita
  • Dakwah
  • Hikmah
  • Khazanah
  • Komunitas
    • AUM
      • RS PKU Simo
      • Tokoh
    • Lembaga
    • Ortom
    • Opini
    • Majelis
Terbaru

Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

Maret 20, 2026

PCM Simo Sukses Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Jamaah Membludak

Maret 20, 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H

Maret 19, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

Maret 20, 2026

PCM Simo Sukses Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Jamaah Membludak

Maret 20, 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H

Maret 19, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
  • PCM Simo Sukses Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Jamaah Membludak
  • SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
  • Gulai Kambing dan Hangatnya Ukhuwah di Penutup Safari Ramadhan PCM Simo
  • Guru, Aktivis, dan Penggerak Ekonomi: Kiprah Ahmad Rochim di Muhammadiyah Simo
  • Dari Ruang Sempit, Semangat Muhammadiyah Blagung Terus Tumbuh dan Berkembang
  • Selamat Milad Muhammadiyah ke-113
  • Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar, menegaskan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simo BoyolaliPimpinan Cabang Muhammadiyah Simo Boyolali
Demo
  • Home
  • Berita
  • Dakwah
  • Hikmah
  • Khazanah
  • Komunitas
    • AUM
      • RS PKU Simo
      • Tokoh
    • Lembaga
    • Ortom
    • Opini
    • Majelis
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simo BoyolaliPimpinan Cabang Muhammadiyah Simo Boyolali
Home»Berita»Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
Berita

Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

qodryBy qodryMaret 20, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

Perbedaan awal Ramadan dan Idulfitri setiap tahun sering kali menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Tidak jarang pula perbedaan ini memicu perdebatan, seolah-olah ada yang paling benar dan yang lain keliru. Padahal, jika dipahami lebih dalam, persoalan ini bukan terletak pada ajaran agamanya, melainkan pada cara umat Islam memahami dan menjalankan ajaran tersebut.

Dalam pandangan Muhammadiyah, penentuan awal bulan Hijriah merupakan bagian dari tadayyun atau cara beragama, bukan din (agama itu sendiri). Agama telah sempurna, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Namun, cara manusia memahami dan mengamalkan ajaran agama bisa berkembang seiring waktu dan kemajuan ilmu pengetahuan. Inilah yang menjadi dasar mengapa Muhammadiyah mengalami perkembangan metode, dari rukyat, beralih ke wujudul hilal, hingga kini mengusung Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Salah satu prinsip penting dalam KHGT adalah penggunaan hisab, yaitu perhitungan astronomi. Sebenarnya, penggunaan hisab bukan hal baru. Umat Islam sudah lama menggunakannya untuk menentukan waktu salat melalui jam, tanpa harus melihat langsung posisi matahari. Namun, ketika diterapkan dalam penentuan awal bulan Hijriah, tidak semua pihak dapat menerimanya. Di sinilah letak perbedaan pendekatan yang kemudian melahirkan perbedaan waktu ibadah.

Konsep KHGT sendiri menawarkan pendekatan global. Artinya, jika di satu wilayah di dunia hilal sudah memenuhi kriteria tertentu, maka seluruh dunia dianggap telah memasuki bulan baru. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip kesatuan matla’ dan transfer imkanur rukyah, dengan harapan umat Islam di seluruh dunia dapat memiliki satu kalender yang sama, sebagaimana kalender Masehi yang telah lama disepakati secara internasional.

Namun, upaya menuju penyatuan ini tidaklah mudah. Hingga kini, belum semua negara dan otoritas keagamaan sepakat untuk menggunakan sistem yang sama. Perbedaan kriteria, metode, hingga pertimbangan geografis menjadi tantangan tersendiri. Akibatnya, perbedaan awal puasa dan hari raya masih terus terjadi dari tahun ke tahun.

Meski demikian, gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan langkah maju dalam membangun kesatuan umat. Ini bukan sekadar soal tanggal, tetapi tentang upaya menyatukan persepsi dan praktik ibadah secara global. Perbedaan yang ada seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi ruang untuk saling memahami.

Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah siapa yang lebih dulu atau lebih akhir dalam memulai ibadah, tetapi bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak. Dengan ilmu, sikap terbuka, dan saling menghormati, perbedaan justru dapat menjadi kekuatan, bukan kelemahan, dalam kehidupan beragama.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
qodry

Related Posts

PCM Simo Sukses Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Jamaah Membludak

Maret 20, 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H

Maret 19, 2026

Gulai Kambing dan Hangatnya Ukhuwah di Penutup Safari Ramadhan PCM Simo

Maret 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Reviews
Editors Picks

Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

Maret 20, 2026

PCM Simo Sukses Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Jamaah Membludak

Maret 20, 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H

Maret 19, 2026

Gulai Kambing dan Hangatnya Ukhuwah di Penutup Safari Ramadhan PCM Simo

Maret 9, 2026
Advertisement
Demo
Demo
Our Picks
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Don't Miss
Berita

Tantangan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

By qodryMaret 20, 20260

https://www.youtube.com/live/p_xIYXMl5QM?si=sq3AqIiKWZlaYgYA Perbedaan awal Ramadan dan Idulfitri setiap tahun sering kali menimbulkan kebingungan di tengah…

PCM Simo Sukses Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H, Jamaah Membludak

Maret 20, 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H

Maret 19, 2026

Gulai Kambing dan Hangatnya Ukhuwah di Penutup Safari Ramadhan PCM Simo

Maret 9, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

LOGO1200B

Organisasi Ortom

  • Pemuda Muhammadiyah
  • Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM)
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
  • Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)
  • Seni Beladiri Tapaksuci
  • Kepanduan Hisbul Wathan

Lembaga

  • Lembaga Amal, Zakat, Infaq & Shodaqqoh (LAZISMU)
  • Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting
  • Lembaga Penanggulangan Bencana
  • Lembaga Pembina dan Pengawas Keuangan
  • Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik
  • Lembaga Seni Budaya dan Olahraga
  • Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional
  • Lembaga Dakwah Khusus

Majelis

  • Majelis Pendidikan Dasar & Menengah
  • Majelis Pustaka & Informasi (MPI)
  • Majelis Tarjih & Tajdid
  • Majelis Tabligh
  • Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian & Pengembangan
  • Majelis Pendidikan & Pengembangan Kader
  • Majelis Pembinaan Kesehatan Umum
  • Majelis Pelayanan Sosial
  • Majelis Wakaf & Kehartabendaan
  • Majelis Pemberdayaan Masyarakat
  • Majelis Hukum & HAM
  • Majelis Ekonomi

Amal Usaha

  • SD Muhammadiyah
  • SMP Muhammadiyah
  • SMA Muhammadiyah
  • SMK Muhammadiyah
  • PKU Muhammadiyah
  • Panti Asuhan

Bahasa

Copyright @ Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simo Boyolali