
Simo — Semangat pengabdian dan kerja nyata menjadi ciri yang melekat pada sosok Ahmad Rochim, S.Pd. Pemuda kelahiran Desa Walen ini saat ini dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Simo. Di usianya yang relatif muda (35 th), ia aktif menggerakkan berbagai kegiatan persyarikatan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat desa.
Sehari-hari, Ahmad Rochim berprofesi sebagai tenaga pengajar di salah satu Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Simo. Dunia pendidikan menjadi ladang pengabdian utamanya dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing. Namun kiprahnya tidak berhenti di ruang kelas.
Di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah, ia juga diamanahi sebagai Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan tingkat cabang. Amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui penguatan unit usaha dan pengembangan potensi ekonomi berbasis kemandirian.
Tak hanya aktif di organisasi, Ahmad Rochim juga dipercaya masyarakat ditempat tinggalnya sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di bawah pengelolaannya, sejumlah unit usaha dikembangkan, di antaranya peternakan kambing, ayam kampung, serta budidaya perikanan lele. Ia juga mengembangkan budidaya azolla sebagai alternatif pakan ternak yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Langkah tersebut tidak sekadar berorientasi pada keuntungan, melainkan juga sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Model usaha yang dikelola menekankan prinsip kolaborasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan.
Dalam aktivitas sosial dan kepemudaan, Ahmad Rochim dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan Muhammadiyah, termasuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah). Rekan-rekannya mengenalnya sebagai sosok yang sabar, ceria, dan tidak mudah terpancing emosi.
Karakter tersebut menjadi modal penting dalam memimpin organisasi dan mengelola berbagai aktivitas yang melibatkan banyak pihak. Semangatnya dalam bergerak mencerminkan peran strategis pemuda Muhammadiyah sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Melalui kombinasi peran sebagai pendidik, aktivis organisasi, dan penggerak ekonomi desa, Ahmad Rochim menunjukkan bahwa pengabdian dapat diwujudkan dalam berbagai lini kehidupan. Semangatnya menjadi inspirasi bahwa pemuda tidak hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga tentang kerja nyata dan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.
Komitmen Ahmad Rochim dalam membangun kemandirian ekonomi desa menjadi bukti bahwa gerakan pemuda tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Ia meyakini bahwa dakwah hari ini tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan penguatan kapasitas masyarakat. Baginya, kemandirian adalah pondasi penting agar umat mampu berdiri tegak dan berkontribusi lebih luas.
Di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab yang diemban, ia tetap menjaga konsistensi dalam belajar dan berjejaring. Ahmad Rochim sering mendorong para pemuda untuk tidak takut mencoba, berani mengambil peluang, serta terus meningkatkan kompetensi diri. Menurutnya, tantangan zaman justru harus dijawab dengan inovasi dan kolaborasi, bukan dengan keluhan. Semangat kolektif dan kebersamaan menjadi kunci dalam membangun gerakan yang berkelanjutan.
Kiprahnya menjadi refleksi bahwa pemuda Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan sosial. Keteladanan, kesabaran, serta sikap optimistis yang ia tunjukkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus bergerak, berkarya, dan memberi manfaat. Dari desa, semangat itu tumbuh dan menyebar—menginspirasi bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketekunan.

